You are currently viewing Mengenal Keramba Jaring Apung yang Digunakan untuk Budidaya Ikan

Mengenal Keramba Jaring Apung yang Digunakan untuk Budidaya Ikan

Keramba Jaring Apung  – Waring merupakan jaring yang terbuat dari anyaman plastik/net/snare nets. Waring ini biasanya digunakan untuk keperluan tambak ikan, perkebunan dan lain lain.

Di area perkebunan maupun pertanian, waring dijadikan sebagai pagar untuk melindungi tanaman dari hama, karena waring ini memiliki banyak manfaat, namun untuk di daerah perkebunan atau pertanian waring ini disebut sebagai Waring Pagar.

Kegunaan lain dari waring yaitu untuk merakit mozaik stone dan juga sebagai pengaman bahan material pada proyek konstruksi agar tidak terjatuh.

Saat ini untuk melakukan budidaya ikan tidak perlu lagi memerlukan lahan yang luas, karena para pembudidaya ikan lebih sering menggunakan keramba jaring apung karena lebih modern.

Waring atau keramba jaring apung adalah sarana pemeliharaan ikan sebagai bahan utamanya. Dengan menggunakan jaring apung, pemeliharaan ikan bisa dilakukan di laut, danau atau waduk yang lebih dalam dibanding sungai atau tambak.

Karena budidaya menggunakan sarana laut maka sirkulasi yang terjadi pun baik dan tidak rumit termasuk dalam membersihkan jaring yang simpel.

Namun jika membudidaya ikan secara konvensional  atau menggunakan kolam tanah liat, para pembudidaya harus selalu memeriksa ketersediaan oksigen yang ada pada kolam tanah liat.

keramba jaring apung

Jika menggunakan cara konvensional, memanen pun harus dilakukan secara manual yaitu menggunakan bambu kemudian menggiring ikan ke arah jaring untuk menangkapnya. Selain itu jika di dalam kolam tanah liat, maka ikan budidaya akan rentan terserang penyakit.

Keramba jaring apung yang paling umum saat ini adalah jaring yang dipasang pada pelampung yang terbuat dari tong atau drum bekas. Pembudidaya ikan menanam benih ikan dari awal musim panen hingga panen.

Komponen keramba jaring apung meliputi kerangka, pelampung, kantong jaring, struktur pendukung, pemberat jaring dan jangkar. Kerangka tersebut merupakan pondasi dan tempat pemasangan kantong jaring dan fasilitas pendukung bagi petani. Rangkanya bisa dari bambu, kasau, atau besi (pipa atau siku). 

Disamping menggunakan  jaring dan keramba, ada satu komponen pendukung lagi yaitu pelampung, bianya pelampung yang digunakan merupakan drum drum plastik sebagai tempat peletakan kerangka dan juga untuk ponton penyebrangan.

Pemberat jaring dimaksudkan untuk memperpanjang jaring baik dalam arah vertikal maupun horizontal. Berat bersih biasanya berbobot sekitar 5 kg dan digantung keluar jaring di setiap sudut dan tengah dengan jarak sekitar 1,5 meter.

Jangkar, dilengkapi dengan pemberat berukuran sekitar 2 x 50 kg, dipasang sesuai kebutuhan untuk menjaga posisi jaring apung di dalam air. Jangkar dan beratnya diikat dengan tali plastik dengan diameter sekitar 2 cm dan kedalaman sekitar 1,5 m. Pasang jangkar ke sudut kecil di setiap sudut.

Leave a Reply