You are currently viewing Pro Kontra Menangkap Ikan dengan Jaring
image credit : detik.com

Pro Kontra Menangkap Ikan dengan Jaring

Pro Kontra Menangkap Ikan dengan Jaring  – Penangkapan ikan dengan jaring merupakan metode penangkapan ikan yang menggunakan jaring untuk menangkap ikan.

Jaring apung semakin populer sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan dari penangkapan ikan. Jaring-jaring itu ditambatkan ke dasar air, dan mereka terapung-apung oleh arus. nelayan dapat merogoh jaring dan mengeluarkan hasil tangkapannya.

Jaring biasanya terbuat dari plastik atau logam, dan cukup besar untuk menampung banyak ikan. Mereka relatif mudah dioperasikan, dan nelayan dapat mulai menghasilkan uang segera.

Memancing dengan Jaring Telah Digunakan Selama Berabad – Abad

Penggunaan jaring untuk memancing dapat ditelusuri kembali berabad-abad yang lalu. Jaring pertama dibuat dari benang atau sulur dan digunakan untuk menangkap ikan kecil dan makhluk air lainnya. 

Seiring waktu, desain dan konstruksi jaring telah meningkat, membuatnya lebih efektif dalam menangkap ikan. Jaring masih digunakan sampai sekarang untuk penangkapan ikan komersial dan hiburan.

Salah satu manfaat menggunakan jaring adalah dapat digunakan dalam berbagai cara. Jaring dapat dilemparkan ke dalam air dari garis pantai, atau dapat diapungkan di dalam air. Jaring apung telah digunakan selama berabad-abad untuk menangkap ikan di sungai dan sungai. 

Jaring digantung di air dengan pelampung di kedua ujungnya, dan dibebani ke bawah sehingga tenggelam ke dasar. Ikan memasuki jaring melalui lubang di bagian atas, dan mereka tidak dapat melarikan diri karena sistem pembobotan.

Jenis Jaring 

Ada beberapa jenis jaring yang digunakan dalam jaring ikan. Salah satu jenis jaring adalah jaring apung. 

Jaring apung digunakan untuk menangkap hewan air seperti ikan, udang, dan kepiting. 

Jaring ini biasanya terbuat dari jaring atau anyaman dan bersifat apung, yang berarti mereka mengapung di atas air. Ini memungkinkan jaring tetap terbuka dan menangkap lebih banyak mangsa. Jaring apung dapat berupa stasioner atau mobile. 

Jaring stasioner ditambatkan di tempatnya, sedangkan jaring bergerak digerakkan dengan perahu atau kapal lain. Jenis jaring lainnya adalah jaring pukat. 

Jaring pukat digunakan untuk menangkap ikan besar, seperti tuna dan ikan todak. Mereka juga digunakan untuk mengambil udang dan hewan air lainnya dari dasar laut. Jaring pukat biasanya ditarik di belakang perahu, memungkinkan mereka untuk mengumpulkan mangsa dari area yang luas.

Cara Menggunakan Jaring

Ada beberapa cara untuk menggunakan jaring. Ada beberapa cara untuk menggunakan jaring. Salah satu caranya adalah dengan menahannya di atas air dan membiarkan ikan berenang ke dalamnya. 

Cara lain adalah dengan menjuntai jaring di air dan memindahkannya sampai Anda menangkap ikan. Anda juga dapat menggunakan jaring untuk mengambil tanaman atau benda lain dari air.

Pro dan Kontra

Memancing dengan jaring memiliki pro dan kontra. Salah satu kelebihan utama memancing dengan jaring adalah cara yang sangat efisien untuk menangkap banyak ikan sekaligus. Jaring dapat dilemparkan ke badan air dan kemudian ditarik kembali, membawa banyak ikan. Ini jauh lebih efisien daripada menggunakan satu pancing dengan umpan untuk mencoba menangkap satu atau dua ikan sekaligus.

Kelebihan lain dari penangkapan ikan dengan jaring adalah dapat menjadi cara yang lebih berkelanjutan untuk memanen ikan. Jika dilakukan dengan benar, penangkapan ikan dengan jaring dapat mengurangi kerusakan ekosistem perairan dibandingkan metode lain, seperti pukat.

Ada juga beberapa kontra untuk memancing dengan jaring. Salah satunya adalah sangat sulit untuk mengukur secara akurat berapa banyak ikan yang ada di area tertentu, sehingga selalu ada potensi penangkapan ikan yang berlebihan. Itulah penjelasan mengenai Pro Kontra Menangkap Ikan dengan Jaring

Leave a Reply